VIDEO SAAT BERLAKUNYA GEMPA BUMI, LIKUIFAKSI DAN TSUNAMI DI PALU, INDONESIA

AMAL DOCTORS DI TAPAK BENCANA GEMPA BUMI PALU, SULAWESI
November 7, 2018
Show all

Video ini adalah kompilasi detik-detik terjadinya gempa bumi, kemudian disusul terjadinya likuifaksi dan tsunami di berbagai tempat iaitu di Wilayah Donggala, Sigi, Kota Palu, Sulawesi tengah. Sungguh betapa dahsyatnya tragedi yang terjadi 28 September 2018 itu.

Perististiwa ini telah membawa duka yang cukup mendalam bagi masyarakat Palu, Sulawesi dan tentunya Indonesia telah berduka. Video ini mempersembahkan dokumentasinya, diantaranya :

– Detik detik 3 anak kecil yang sedang asyik bermain HP didalam rumah
– Gempa terjadi di depan pom bensin di kota palu
– Seorang perempuan sedang kebingungan ketika gempa dengan membawa bayinya
– Suasana kerisauan penduduk di tempat umum ketika berlakunya gempa
– Penampakan likuifaksi yang sangat dahsyat,
– Detik detik tsunami menghantam pelabuhan palu
– Kisah sedih lelaki yang menangis ketika tsunami terjadi didepannya
– Detik detik jambatan palu jebol dihancurkan tsunami
– Seorang ibu bersama 2 anaknya ketika tsunami
– Kisah sedih korban tsunami
– Video pasca likuifaksi terjadi

Peristiwa ini mendapat perhatian dunia. Sampai saat ini korban masih banyak yang hilang dan belum ditemukan kerana susah dijangkau untuk operasi menyelamat mangsa yang masih terselamat selepas berlakunya bencana. Bantuan sangat diperlukan untuk membantu mangsa yang masih trauma, ada yang kehilangan keluarga, kehilangan suaminya, kehilangan isterinya, kehilangan anaknya, orang tuanya, kehilangan tempat tinggal, mereka juga kekurangan makanan, sungguh menyedihkan nasib mereka.

Bagi yang menonton video ini bantulah sedaya mampu untuk meringankan beban mereka, jika belum dapat menyumbangkan duit atau barangan, paling kurang kirimkanlah Do’a untuk mereka agar mereka diberikan kesabaran dan pelajaran hidup yang lebih baik. Semoga kita semua Selalu ada dalam perlindunganNya Amin.

Informasi dari BMKG, gempa bumi ini dinyatakan berpotensi berlakunya Tsunami oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan tentang ancaman tsunami di wilayah pesisir pantai Kabupaten Donggala, Kota Palu dan sebahagian pesisir utara Kabupaten Mamuju. Tsunami dijangka memiliki ketinggian 0.5 – 3 meter dengan waktu tiba di Kota Palu pukul 18.22 WITA. Pukul 18.27 WITA terjadi kenaikan air muka laut 6 cm di pesisir Kabupaten Mamuju.

BNPB juga menyatakan punca terjadinya tsunami ini. Menurut BNPB, tsunami ini disebabkan berlakunya kelongsoran sedimen dalam laut yang mencapai 200-300 meter. Sutopo Purwo Nugroho, Informasi dari Humas BNPB Kemudian menyatakan bahwa sendimen tersebut belum terkonsolidasi dengan kuat sehingga ketika gempa bumi terjadinya gelongsoran. Di sisi lain, selain Donggala, adanya gempa kecil yang membuat tsunami tak sebesar di Donggala, di Teluk Palu yang jaraknya lebih dekat dengan pusat gempa diperkirakan terlebih dahulu mengalami tsunami setinggi 1,5 meter.

Fakta terbaru menyebut bahwa titik tertinggi tsunami tercatat 11.3 meter, terjadi di Desa Tondo, Palu Timur. Sedangkan titik terendah tsunami tercatat 2.2 meter, terjadi di Desa Mapaga, Kabupaten Donggala. Baik di titik tertinggi maupun titik terendah, tsunami menerjang pantai, menerjang permukiman, hingga kedai, kompleks dan kemudahan awam banyak yang hancur. Penyiasatan yang dibuat oleh Gabungan tim Indonesia-Jepun, Abdul Muhari dari Kementerian KKP dan Fumihiko Imamura dari Universiti Tohoku menyebutkan, landaan tsunami (inundation distance) hanyalah 200-300 meter dari persisiran pantai, dan tinggi tsunami di darat hanya 2-5 meter.

Karakter ini menunjukkan bahawa tsunami ini bergelombang pendek. Ini berbeza dengan apa yang dinyatakan oleh hasil pernyataan BMKG, bahawa tsunami di Palu mencapai 6-7 meter, dan bahkan ada yang menyebut sampai 11.31 meter. Data juga memaklumkan, bahawa tsunami terjadi lebih kurang 10 minit selepas gempa. Selain itu, siasatan juga memaklumkan bahawa tsunami terjadi setelah adanya gelongsoran bawah laut pasca gempa.

Melihat pengulangan berlakunya tsunami yang rata-rata terjadi 30 tahun sekali, maka hasil siasatan ini pula mencadangkan agar pesisir Palu jadi ruang terbuka saja dan bukan sebagai penempatan atau perumahan. Siasatan ini melibatkan Kapal Baruna Jaya BPPT, dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AU. Diharapkan, hasil siasatan berguna untuk pembelajaran dan pembangunan kembali untuk Kota Palu.

 

Disunting semula oleh,
Admin

Sumber :
4 News
http://bit.ly/2zbr7At

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *